PENGUMUMAN TENTANG PENERIMAAN PENYULUH PERIKANAN TENAGA KONTRAK (PPTK) KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN, BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN TAHUN 2010

02/02/2010 – Kategori : Info Lulusan dan Lowongan Kerja

PENGUMUMAN
Nomor :B. /BPSDMKP.04/TU.210/I/2010

TENTANG
PENERIMAAN PENYULUH PERIKANAN TENAGA KONTRAK (PPTK)
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN
TAHUN 2010

Dalam rangka mewujudkan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk Menjadikan Indonesia Sebagai Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar Tahun 2015, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara efisien dan berkesinambungan demi kesejahteraan bangsa Indonesia. Sumber daya manusia yang handal dan professional merupakan modal dasar bagi pembangunan kelautan dan perikanan.

Mencermati visi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menjabarkan peningkatan target kuantitatif secara terukur; disamping itu, rincian lanjut berupa sasaran strategis Pusat Pengembangan Penyuluhan KP menjelaskan hal-hal yang harus dicapai, yaitu: Seluruh kawasan potensi perikanan menjadi kawasan MINAPOLITAN dengan usaha yang bankable. Dalam kerangka mewujudkan sasaran strategis dimaksud, maka ditetapkan dua indikator kinerja yang harus diwujudkan oleh Pusat Pengembangan Penyuluhan KP, yaitu:

1. Peningkatan persentase kelompok dengan usaha yang bankable (akses dengan bank);
2. Peningkatan persentase materi penyuluhan menjangkau kawasan minapolitan oleh penyuluh.

Pada tataran penjabaran target keberhasilan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang mencantumkan angka peningkatan produksi perikanan budidaya sebesar 353%; maka tidak ada jalan lain, kecuali menggerakkan seluruh potensi sumber daya manusia kelautan dan perikanan secara bersama melangkah dan menyatukan persepsi. Langkah terobosan yang telah dilakukan Pusat Pengembangan Penyuluhan KP selama beberapa tahun ini adalah merekrut lulusan D III atau D IV atau S1 bidang perikanan, sebagai Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK). Sepanjang tahun 2009, sejumlah lulusan D IV atau S1 bidang perikanan, telah memberikan waktunya mendukung program kelautan dan perikanan sebagai PPTK dengan menandatangani kontrak kerja sebagaimana tercantum dalam surat Keputusan Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan BPSDMKP Nomor SK.001/BPSDMKP.4/KP.350/ 1/2009 dan Nomor SK.003/BPSDMKP.04/TU.210/I/2009; yang menyatakan bahwa seluruh PPTK yang melakukan kontrak kerja pada tahun 2009 telah berakhir masa kontraknya tanggal 31 Desember 2009.

Pada tahun 2010, Pusat Pengembangan Penyuluhan, Badan Pengembangan SDM KP membuka Penerimaan Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak dengan penajaman persyaratan, sehingga memberi keyakinan bahwa PPTK tahun 2010 yang memenuhi persyaratan akan menjadi dinamisator dan penggerak utama yang mampu meningkatkan Pengembangan Penyuluhan dalam mewujudkan dua indikator kinerja tersebut di atas.

Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) pada Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2010 harus memenuhi persyaratan dan mengirimkan surat lamaran sesuai dengan petunjuk teknis tentang Penerimaan Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) pada Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2010 (terlampir) dan paling lambat sudah diterima oleh panitia di Pusat Pengembangan Penyuluhan tanggal 6 Februari 2010 baik melalui pos ataupun email.

Jakarta, Januari 2010
Pusat Pengembangan Penyuluhan

informasi lebih lanjut : kunjungi www.dkp.go.id

Oleh: ikanbijak | Agustus 31, 2014

Universitas Terbuka dan Pemerataan Pendidikan Tinggi

Pendidikan adalah solusi dalam pembangunan bangsa. Karena dengan pendidikan lah suatu bangsa dapat dibangun secara berkelanjutan. Namun apa lacur, angka partisipasi pendidikan penduduk Indonesia masih rendah. Terlebih angka partisipasi kuliah (APKul) yang hanya mencapai 16,13 persen (BPS, 2013). Artinya, Indonesia masih tertinggal jauh dalam hal penyelenggaraan sistem pendidikan tinggi.

Secara parsial, sebenarnya APKul di beberapa provinsi sudah relatif tinggi, meski belum menembus angka 50 persen. Kelima provinsi yang memiliki APKul cukup besar, yaitu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (44,18 persen), Maluku (29,39 persen), Aceh (28,79 persen), Sumatera Barat (27,80 persen), dan Sulawesi Tenggara (23,95 persen) (www.kangatepafia.com).

Salah satu penyebab rendahnya APKul tersebut adalah angka kelulusan Sekolah Lulusan Tingkat Atas (SLTA) yang juga masih rendah. Oleh karenanya sangat wajar bila Human Development Index (HDI) Indonesia hanya menempatkan pada urutan ke-108, yaitu tergolong medium human development. Hal ini kalah jauh sama negara-negara tetangga ASEAN lainnya, seperti Singapura (9), Brunei Darussalam (30), Malaysia (62), dan Sri Langka (73).

Dengan demikian, sudah sewajarnya Indonesia segera menata diri sistem pendidikan tinggi. Hal ini sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), dimana pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) kedua Tahun 2010-2014 angka partisipasi diharapkan meningkat menjadi 25 persen. Dan meningkat secara bertahap hingga mampu mewujudkan cita-cita RPJPN sampai Tahun 2025. Sungguh cita-cita suci mewujudkan Indonesia bermartabat.

Untuk itu, keberadaan Universitas Terbuka (UT) diharapkan mampu meningkatkan APKul Indonesia. Mengingat, geografis Indonesia berbentuk kepulauan sehingga pendekatan penyelenggaraannya pun seharusnya mengadopsi karakteristik kepulauan tersebut. Hal ini sesuai dengan sistem pendidikan tinggi yang tertuang dalam dokumen Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen DIKTI), bahwa pendidikan tinggi terdiri dari: (1) pendidikan akademik yang memiliki fokus dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan (2) pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada persiapan lulusan untuk mengaplikasikan keahliannya.

Dengan demikian, Universitas Terbuka di setiap daerah diharapkan menyesuaikan dengan potensi daerah masing-masing. Hal ini dalam rangka mengoptimalkan potensi dengan cara peningkatan nilai tambah produk. Hal ini sesuai dengan visi Universitas Terbuka, yaitu pada tahun 2021, UT menjadi institusi PTTJJ berkualitas dunia dalam menghasilkan produk pendidikan tinggi dan dalam penyelenggaraan, pengembangan, dan penyebaran informasi PTTJJ. Oleh karena itu, penyelenggaraan program studi kelautan dan perikanan harus menjadi perhatian penyelenggara sistem pendidikan tinggi di Universitas Terbuka. Terlebih, di era kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang mengarusutamakan pembangunan maritim. Sehingga tidak salah bila Universitas Terbuka membuka program studi kelautan dan perikanan di Strata Satu (S1). Akankah penyelenggara Universitas Terbuka mengambil peluang ini dalam menciptakan pemerataan pendidikan tinggi di negeri bahari Indonesia? Semoga.

Sumber:

http://www.kangatepafia.com/2013/08/tingkat-partisipasi-kuliah-di-jawa.html

Oleh: ikanbijak | Agustus 31, 2014

Setetes Air dan Sejuta Makna Kehidupan Pulau Kecil

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dimana bentangan alam mulai dari barat (Pulau Sabang, Aceh) hingga Timur (Merauke, Papua) serta utara (Pulau Miangas, Sulawesi Utara) hingga selatan (Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur) terserak ribuan pulau, mulai dari ukuran besar hingga ukuran kecil. Namun jumlah pulau kecil lebih banyak dibandingkan pulau besar, dan memiliki kompleksitas permasalahan, salah satunya adalah kesulitan akses terhadap sumber daya air.

Dari ribuan pulau kecil, tidak sedikit pulau kecil yang berpenduduk. Pemilihan pulau kecil sebagai tempat tinggal tidak hanya karena akses ekonomi ke wilayah laut, akan tetapi juga sebagai budaya masyarakat bahari dimana kehidupannya tidak bisa jauh dari laut. Meskipun setiap harinya mereka senantiasa dihadapkan pada keterbatasan air bersih, khususnya air minum. Inilah salah satu karakteristik pulau-pulau kecil.

Dalam setahun, biasanya masyarakat pulau kecil mengalami kesulitan air bersih selama 6 (enam) bulan. Bahkan bisa lebih bila saat itu terjadi elnino yang mengakibatkan hujan tak kunjung datang dan musim kemarau lebih panjang. Apabila hal ini terjadi, mereka harus mengeluarkan uang lebih untuk mendatangkan air dari daratan pulau utama terdekat. Selain itu, bila musim kemarau panjang datang, penduduk pulau kecil diserang penyakit gatal karena air yang ada lebih dibutuhkan untuk minum dan kebutuhan masak serta cuci, dibanding untuk mandi, sehingga penyakit kulit adalah langganan utama tiap tahun yang harus mereka jalani.

Itulah informasi kecil yang saya peroleh ketika melakukan ekspedisi pulau-pulau kecil dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dimana masyarakat Pulau Maradapan dan Pulau Marabatuan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan dihadapkan pada ancaman ketersediaan air. Padahal, Pulau Marabatuan adalah ibukota Kecamatan Pulau Sembilan. Saya yakin, masih banyak ribuan pulau kecil berpenduduk yang memiliki nasib yang sama. Bahkan, lebih dari itu.

Untuk mengatasi permasalahan air bersih, khususnya untuk minum, pemerintah sudah memberikan bantuan alat pengolah air laut menjadi air tawar layak minum (desalinasi). Program tersebut dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Keberadaan alat ini sangat bermanfaat, namun skala produksi air masih sangat terbatas dibanding kebutuhan masyarakat dan jumlah penduduk yang harus dilayani. Selain itu, alat desalinasi ini masih belum tersebar merata ke seluruh pulau kecil yang ada di Indonesia. Dengan kata lain, program desalinasi harusnya bukan hanya kewajiban pemerintah, akan tetapi juga kewajiban perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang usaha pemanfaatan dan perdagangan air minum.

Oleh karena itu, sinergisitas antara pemerintah dengan swasta dalam pelaksanaan program penyediaan air bersih di pulau-pulau kecil adalah hal yang perlu segera didiskusikan. Dengan demikian, program pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan air harus dikelola secara profesional guna menjamin ketersediaan air di pulau-pulau kecil berpenduduk. Akankah keuntungan ekonomi atas pemanfaatan air tersebut dirasakan oleh masyarakat pulau kecil di Indonesia? Semoga.

Oleh: ikanbijak | Agustus 31, 2014

Air Asia: Mengajarkan Perencanaan Hidup

                Sebagian besar dari kita, hidup mengalir apa adanya. Bahkan terkesan menyalahkan takdir, dimana hidup adalah proses yang harus dijalani sesuai suratan kehendak Tuhan. Apakah betul demikian? Bukankah hidup adalah proses memilih dari apa yang Tuhan tetapkan? Dimana kita diberikan kebebasan untuk memilih atas nikmat hidup yang Tuhan berikan? Marilah kita memahami hidup sebagaimana mestinya menjalani hidup.

                Keberadaan maskapai penerbangan Air Asia di Indonesia bukan hanya melengkapi sarana penghubung udara di nusantara yang bentuknya kepulauan atau memperebutkan “kue” manis penumpang Indonesia yang semakin tinggi minatnya terhadap transportasi udara, akan tetapi lebih dari itu. Air Asia mengajarkan kita untuk merencanakan hidup lebih bermakna, khususnya di dunia yang serba cepat ini.

                Program promo terbang murah yang senantiasa Air Asia tawarkan adalah salah satu proses perencanaan hidup yang harus kita pilih. Setidaknya ada dua hal perencanaan hidup yang saya peroleh dari program promo tersebut. Pertama, perencanaan kerja untuk sosialisasi diri. Sebagai dosen dan peneliti, saya sangat merasakan keberadaan Air Asia. Dalam setahunnya, biasanya ada 5 (lima) perguruan tinggi yang menyelenggarakan seminar nasional atau konferensi tentang kelautan dan perikanan, yaitu Universitas Diponegoro (Semarang), Universitas Gajah Mada (Jogjakarta), Universitas Riau (Pekanbaru), Universitas Hasanudin (Makassar), dan Universitas Samratulangi (Manado). Kelima perguruan tinggi tersebut memiliki waktu yang berbeda-beda sehingga tidak mungkin terjadinya tabrakan waktu. Umumnya waktu pelaksanaan seminar atau konferensi relatif sama setiap tahunnya, sehingga saya selalu menanyakan bocoran waktu pelaksanaan kepada panitia pelaksana di masing-masing universitas. Hal ini terkait waktu pemesanan tiket untuk setahun ke depan, dimana tiket promo yang ditawarkan oleh Air Asia hargaya sangat rendah, bisa 2-3 kali lipat dari harga normal.

                Pembelajaran kedua adalah perencanaan liburan keluarga. Selain pekerjaan, keluarga adalah hal utama yang harus mendapatkan prioritas dalam perencanaan hidup tahunan. Dalam setahun, setidaknya terdapat 2 (dua) libur panjang, yaitu liburan semestar satu dan semestar dua. Nah, untuk mendapatkan tiket murah, saya mencari jadwal libur istri yang bekerja sebagai guru sehingga memastikan kapan akan tiket harus dipesan. Liburan keluarga adalah hal mutlak yang harus kami agendakan, karena dalam setahun disibukkan oleh padatnya jadwal pekerjaan. Tanpa liburan, hidup bagaikan taman tanpa bunga, hampa dan dan tak berwarna. Sementara saya hanya hidup berdua sama istri, sehingga waktu berduaan sama istri harus senantiasa saya luangkan.

                Kedua pembelajaran perencanaan hidup tersebut terkait dengan kebutuhan uang yang harus dikeluarkan, baik untuk sosialisasi diri melalui seminar dan konferensi atau untuk liburan keluarga. Dengan kata lain, adanya kepastian jadwal penerbangan berimplikasi kepada keuangan keluarga, sehingga kami harus membuat pos tabungan untuk kerja, liburan keluarga dan kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Artinya ada 3 (tiga) pos keuangan yang harus saya siapkan. Jangan sampai pos keuangan untuk kebutuhan sehari-hari rumah tangga digunakan untuk kegiatan pekerjaan dan liburan keluarga. Apabila ini diabaikan, hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan resesi ekonomi di rumah kecil kami. Untuk itu, perencanaan hidup begitu sangat penting. Bukan hanya menjalani hidup sebagaimana biasanya atau mengalir apa adanya tanpa ada upaya untuk mengubah aliran tersebut.

                Oleh karena itu, saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Air Asia yang sudah memberikan pembelajaran tentang perencanaan hidup. Hidup harus dikendalikan, bukan mengikuti. Ayo sering buka-buka website airasia, facebook air asia, dan twitter air asia disanalah informasi tiket promo ditayangkan. Air Asia tetaplah mengudara di langit nusantara Indonesia.

Oleh: ikanbijak | Agustus 30, 2014

Meningintip Pantai Pink Bersama Terrios

                Lombok bukan hanya Pantai Senggigi atau Gili Trawangan, dan bukan juga hanya pelecing kangkung atau ayam taliwang. Lombok adalah anuegarah Tuhan yang sangat indah, objek wisata terbentang mengisi setiap sudut bibir pantai hingga jurang-jurang Gunung Rinjani. Objek wisata terserak mulai dari utara (Gili Matra – Meno, Air dan Trawangan) hinggu selatan (pantai-pantai indah seperti Batu Payung, Tanjung Aan, dan Mawun), serta dari barat (Pantai Senggigi, Pantai Malimbu dan Pantai Nambung dengan air terjun asinya) hingga timur (Pantai Pink).

Selain keindahan alam, Lombok memiliki kebudayaan yang menarik untuk dikupas, seperti Gendang Belleq, nyongkolan (iring-iringan pengantin), tari gandrung, dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan kerajinan tangan, wisatawan dapat mengabadikan para penenun di desa adat, seperti Desa Sade yang menjaga nilai-nilai luhur Suku Sasak. Sementara untuk makanan, pelecing kangkung dan ayam taliwang jangan pernah terlewatkan.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Lombok tahun 2003, yang saat itu tujuannya untuk riset budaya lokal dalam mengelola sumberdaya ikan, saya langsung jatuh cinta sama Pulau Lombok. Puncaknya tahun 2014, dimana saya memiliki riset dan pendampingan masyarakat di dua lokasi, yaitu Lombok Barat dan Lombok Timur. Kesempatan ini menuntut saya untuk mencari informasi yang sebanyak-banyaknya tentang objek wisata di Pulau Lombok, salah satunya adalah Pantai Pink. Namun sayang, karena mobil sewaan yang digunakan saat itu adalah standar, niatan mengunjungi Pantai Pink pun harus dibatalkan. “kalau ke Pantai Pink harus sewa mobil besar pak, Terios salah satunya, ya harga sewanya lebih besar dari mobil biasa”, tutur Ari yang menjadi sopir langganan saya setiap melakukan kunjungan ke Lombok.

Pink beach

Sejak saat itulah, saya selalu menggunakan mobil-mobil bertenaga besar untuk menyusuri setiap sudut bibir pantai Pulau Lombok. Mengingat, akses jalan di Pulau Lombok tidak merata, termasuk akses jalan ke Pantai Pink. Siang itu matahari dengan kerasnya mengeluarkan cahaya, ketika kami meninggalkan Kota Mataram. Berdasarkan informasi dari sang sopir, perjalanan Kota Mataram ke Pantai Pink memerlukan waktu sekitar 2 jam, bahkan bisa lebih bila musim hujan karena akses jalan belum semua diaspal. Jadi, andaikan jalanan menuju Pantai Pink mulus, perjalanan bisa lebih cepat.

Oleh masyarakat lokal, Pantai Pink dikenal juga dengan nama Pantai Merah, karena warna pasirnya yang ke merah-merahan. Namun nama yang sebenarnya adalah Pantai Tangsi, entah apa yang melatarbelakangi pemberian nama itu. Secara administrasi, Pantai Pink masuk Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, yang merupakan bagian dari Pantai Tanjung Ringgit.

Setiba di Pantai Pink, mobil tidak bisa menembus bibir pantai karena akses jalan menurun berpasir dan berbatu, sehingga sangat berbahaya. Kami pun terpaksa berjalan kaki sepanjang 1 km, dengan debu-debu tebal tertiup angin. Setelah berjibaku dengan jalanan yang rusak, terpampanglah bentangan alam yang sangat sempurna, antara kemarahan pesisir pantai, laut biru bergradasi hijau toska, dikeliling savana kecoklatan ditebing-tebing perbukitan. Hamparan butiran-butiran merah bukanlah pasir murni sebagaimana pasir pantai berwarna putih lainnya, melainkan adalah pecahan-pecahan terumbu karang berwarna merah yang terbawa ombak dan proses alami menjadikan pecahan koral menyatu dengan pasir di pantai dan membentuk warna merah muda. Di Indonesia, pantai pink hanya ada dua, satunya lagi di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Keindahan daratan pantai dilengkapi dengan dasar perairan yang jernih, sehingga lenggak-lenggok penghuni terumbu karang pun terlihat jelas. Terlebih, dasar perairan banyak didominasi soft coral, sehingga arus laut menggerakannya seperti mereka sedang menari. Sementara itu, kedua bukit mengapit Pantai Pink dengan gagahnya. Bila berkunjung kesini, jangan malas untuk naik ke puncak kedua bukit tersebut, karena disana kita akan menyaksikan hamparan padang rumput yang kecoklatan karena tidak tersiram air, laut biru dengan langit dihiasi awan putih yang sangat dramatis. Sungguh ciptaan Tuhan yang tiada tara. Namun sayang, keindahan Pantai Pink belum terkenal luas, karena minimnya perhatian pemerintah dalam mendukung pengembangan wisata di kawasan ini.

twitter daihatsutwitter vivaFB daihatsu

twi

Oleh: ikanbijak | Agustus 29, 2014

Menikmati Deburan Air Terjun Asin di Pulau Lombok

                Apa? Ada air terjun air asin di Pulau Lombok? berapa meter panjangnya? Dimana lokasinya?

Rasa penasaran itu menggerakan kamera saya untuk segera mengabadikan fenomena langka tersebut. Alhasil, informasi yang tercetus dari relawan-relawan Palang Merah Indonesia (PMI) hari itu saya tindak-lanjuti dengan cara mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai air terjun air asin di Pantai Nambung. Hasil penelusuran dunia maya pun menemukan beberapa foto yang berhasil diunggah oleh fotografer landscape. Setelah informasi terkumpul, agenda berikutnya adalah mencari guide lokal dan kendarawaan sewaan untuk jalan-jalan esok hari.

Menjelang pukul 11.00 WITA, perjalanan pun dilakukan menuju Pantai Nambung dari Kota Mataram yang memerlukan waktu sekitar `1,5 jam. Penentuan waktu tersebut bukan tanpa alasan, karena berdasarkan informasi yang diperoleh, fenomena air terjun asin tersebut hanya terjadi jika gelombang besar. Artinya, fenomena air terjun asin tidak bisa dinikmati setiap saat, sehingga pengunjung harus benar-benar tahu musim yang sedang berlangsung.

Setiba di Pantai Nambung, saya disambut hamparan pasir sebesar buah merica yang memanjang sejauh 2 km. Bentuk butiran pasir di Pantai Nambung sama persis dengan pasir laut yang terdapat di Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta Lombok Tengah. Bentuk pasir seperti merica ini sangat melelahkan bagi setiap orang melewatinya. Untuk itu, strategi yang saya lakukan adalah menginjak bekas-bekas langkah telapak kaki orang-orang sebelumnya. Sehingga beban berat tubuh tertahan, tidak langsung terbenam ke dalam pasir merica ini. Masalah lain berjalan di pasir merica ini adalah “jebakan batman” kotoran warga yang buang air besar di pantai.

Meski perjalanan yang sangat melelahkah, suasana alam di Pantai Nambung bisa melupakan lelah dan pegalnya kaki. Setelah melalui 2 km pasir merica, kita akan melihat bebatuan yang bertubrukan dengan dinding bukit di Pantai Nambung. Lagi-lagi bebatuan ini menghampar 2 km menuju air terjun asin. Berjalan di bebatuan ini perlu hati-hati. Selain licin, bebatuan tersebut juga tajam-tajam sehingga perlu sepatu yang ideal, bukannya sepatu kerja yang saya pakai saat itu. Sebenarnya, untuk menuju air terjun asin bisa ditempuh melalui jalur laut dengan cara menyewa perahu kecil.

Ketika beberapa menit sebelum menyaksikan air terjun asin, terdengar dari kejauhan deburan ombak dan hempasan partikel-partikel kecil air laut yang terbawa angin. Untuk menyaksikan detik-detik terjadinya air laut, saya mencoba menaiki tebing tinggi sambil minum Liang Teh Cap Panda

Pantai Nambung dengan efek air laut yang menabrak dinding karang, diperlukan kehatti-hatian.

Pantai Nambung dengan efek air laut yang menabrak dinding karang, diperlukan kehatti-hatian.

yang memiliki rasa dan aroma yang khas. Dari atas terlihat detik-detik terjadinya air terjun, yang disebabkan oleh hempasan gelombang besar yang menabrak dinding pantai berbatu keras dan terjal. Bahkan, setiap gelombang menabrak dinding karang akan terdengar desisan angin yang tercipta dari bawah bebatuan.

Setelah menyaksikan fenomena alam air terjun asin, berbeda dengan air terjun di pegunungan yang mengalir setiap saat sebagaimana kita lihat biasanya. Karena efek aliran air terjun asin hanya akan tercipta bila kondisi air sedang pasang ditambah dengan musim yang terjadi saat itu. Namun aliran air mulai dari aliran pertama yang sangat keras sampai aliran lembut dari sisa-sisa air terjun yang jatuh.

Untuk merekam keindahan fenomena air terjun asin, diperlukan perlengkapan fotografi yang lengkap, seperti tripod dan filter, baik filter CPL maupun ND. Karena efek air yang jatuh di sela-sela sasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun sayang, disini belum berkembang wisata bahari sehingga penginapan di sekitar pelabuhan perikanan nusantara harus steeril dari para preman.

Oleh: ikanbijak | Agustus 29, 2014

Eksotisme Pantai Selatan Lombok Tengah

Kebanyakan wisatawan ke Lombok pasti hanya mengenal Pantai Senggigi atau gugusan tiga pulau yang jaraknya tidak jauh dari Senggigi tersebut. Ketiga pulau itu dikenal dengan sebutan gili matra, kepanjangan Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan. Kawasan objek wisata ini berada di Lombok Barat dan Lombok Utara. Hal ini sangat wajar, lantaran kawasan wisata di wilayah tersebut sudah dikenal masyarakat dunia dan menjadikan sebagai destinasi favorit setelah Bali.

Saking terkenalnya, pada saat-saat musim liburan, kawasan ini terasa sesak oleh hingar bingar dentuman musik keras yang bersumber dari kafe-kafe yang berjajar di pinggir pantai. Selain itu, hamparan pasir putih pun tidak luput dari rebutan para pengunjung, khususnya wisatawan asing yang menggelar kainnya untuk sekedar berjemur dan membaca novel di pinggiran pantai. Bagi wisatawan muda yang suka kehidupan ramai, Senggigi dan Gili Matra akan tetap menjadi pilihan utama. Mengingat, disini, hampir dapat dikatakan kehidupan berjalan 24 jam.

Di tengah keriuhan wisata pantai di sebelah barat dan utara, Lombok masih menyisakan lokasi terbaik yang tidak kalah indahnya, yaitu wisata pantai selatan di Kabupaten Lombok Tengah. Sebut saja Pantai Kuta, Mawun, Tanjung Aan, dan Batu Payung. Adalah pantai-pantai di wilayah selatan yang kaya akan poteni wisata bahari, mulai dari perbedaan jenis pasir hingga kegiatan wisata yang ditawarkan sesuai kondisi perairan lautnya.

Pagi itu matahari tanpa malu-malu menampakkan diri, setelah sehari sebelumnya diselimuti awan tipis dan hujan ringan. Perjalanan menuju kawasan pantai selatan memerlukan waktu setidaknya 1,5 jam, menggunakan mobil sewaan. Lokasi pertama yang akan saya datangi pertama kali adalah Pantai Batu Payung, yang secara administrasi masuk dalam wilayah Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Setiba di Pantai Batu Payung, hamparan pasir tipis dikerubuti bebatuan coklat kemerawan di sepanjang pantai. “Batu Payung mulai terkenal setelah muncul pada iklan rokok, setelah itu wisatawan, baik lokal maupun asing berdatangan kesini”, tutur Ari, driver yang sekaligus menjadi guide hari itu.

Keunikan pantai ini adalah adanya batu besar menjulang ke atas seperti payung, sehingga penamaan Pantai Batu Payung berasal dari bentuk batu tersebut. Untuk menuju batu berbentuk payung, bisa ditempuh 1 jam berjalan kaki dari Pantai Tanjung Aan atau 15 menit menggunakan perahu nelayan yang disewa. Atau kendaraan yang kita tumpangi diarahkan ke pantai terdekat, sehingga cukup berjalan kaki hanya memerluka waktu 20 menitan. Menyusuri pantai berbatu dengan berjalan kaki diperlukan kehati-hatian, karena bebatuan tersiram air laut menjadikan lokasi yang kita pijak sangat licin dan bebatuan tajam, sehingga bisa merobek kulit kaki.

Pantai Batu Payung dengan icon batu besar berbentuk payung

Pantai Batu Payung dengan icon batu besar berbentuk payung

Hembusan angin laut dan keindahan tekstur pantai berbatu melupakan perjalanan kaki yang cukup melelahkan dan menguras energi. Terlebih, ketika kita membawa minuman segar seperti Liang Teh Cap Panda, minuman teh segar yang beraroma khas. Kita bisa beristirahat di bawah sebongkah batu besar menjulang tinggi laksana gapura yang akan menyambut setiap pengunjung. Suasana akan lebih dramatis ketika matahari tenggelam (sunset), dimana fotografer bisa mengabadikan efek flare di samping batu payung.

Setelah berpuas diri dengan hamparan bebatuan, saya melanjutkan perjalan menuju Pantai Tanjung Aan, yang persis berdampingan dengan Pantai Batu Payung. Cuma memerluka waktu 10 menit menggunakan mobil sewaan, kami tiba di pantai yang memiliki hamparan pasir putih yang bersambung dengan hamparan bebatuan keras menjorok ke tengah laut. Tidak tanggung-tanggung, hamparan pasir putih tersebut membentang 2 km, sehingga dijamin tidak akan terjadi rebutan lokasi untuk berjemur. Kegiatan yang umumnya dilakukan oleh wisatawan adalah snorkeling, berenang dan bermain perahu kayak. Menurut penjaga parkir, Pantai Tanjung Aan akan sangat ramai pada Bulan Februari karena ada Ritual Bau Nyale. Ritual ini terkait dengan cerita rakyat Pulau Lombok, yaitu tentang Puteri Mandalika yang menolak dinikahi seorang pangeran. Menurut cerita lokal tersebut, sang puteri berubah menjadi “Nyale”, atau cacing laut. Oleh masyarakat setempat, “Nyale” tersebut menjadi bahan masakan.

Pantai Tanjung Aan hamparan pasir bersambung hamparan bebatuan datar

Pantai Tanjung Aan hamparan pasir bersambung hamparan bebatuan datar

Matahari semakin meninggi, sehingga saya harus mengisi perut guna menyusuri pantai lainnya. Driver menyarankan untuk makan siang di Pantai Kuta, karena banyak pilihan. Tentu saja, salah satu pilihan saya adalah ayam goreng taliwang dan pelecing kangkung. Makanan ini jangan sampai terlewatkan bila anda berkunjung ke Pulau Lombok. Setelah perut terisi nasi dan ayam taliwang, saya pun menikmati hamparan pasir bulat sebesar merica. Sehingga berjalan-jalan di pasir seperti ini sangat melelahkan, karena setiap melangkah kaki selalu tertancap di pasir. Pantai Kuta diapit dua tanjung, dimana salah satu tanjungnya berbentuk kura-kura sehingga disebutlah Bukit Kura-kura. Kegiatan wisata yang bisa dilakukan disini adalah snorkeling dan berenang.

Pantai Kuta Lombok Tengah dengan view Bukit Kura-kura

Pantai Kuta Lombok Tengah dengan view Bukit Kura-kura

Sebelum energi terkuras oleh pasir “merica” di Pantai Kuta, saya melanjutkan ke Pantai Mawun. Sepintas pantai ini seperti kolam, karena pintu masuk air lautnya relatif sempit, diapit oleh tanjung berbukit. Panorama sangat sempurna, pasir putih yang terserak mengeliling pantai yang berbentuk bulat dengan perairan jernih tergradasi hijau muda dan hijau tua, sementara di belakang pantai bercampur warna hijau dan coklat yang menghiasi perbukitan. Sungguh lukisan alam yang yang sangat sempurna. Disini adalah lokasi favorit wisatan asing yang membawa keluarga penuh, karena pantainya yang dangkal sehingga para orang tua tidak was-was anak-anaknya terseret ombak.

Pantai Mawun dengan bentangan pasir putih serta perbukitan

Pantai Mawun dengan bentangan pasir putih serta perbukitan

Keindahan alam di sepanjang pantai selatan Kabupaten Lombok Tengah memang sangat luar biasa. Namun sayang, sarana dan prasarana wisata di wilayah selatan sangat terbatas, tidak seperti di wilayah barat dan utara yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan wisata bahari. Semoga di kemudian hari, pantai-pantai di wilayah selatan menjadi pilihan utama wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

Oleh: ikanbijak | Agustus 5, 2014

7 jam Bersama Smartfren Menuju Ujung Barat Pulau Jawa

Dermaga Pulau Umang

Pulau Umang

Meski masih berada di Pulau Jawa, namun untuk menuju kampung halaman ku setidaknya memerlukan waktu minimal 7 jam. Dan itu bila menggunakan mobil pribadi, kalau menggunakan angkutan umum, berangkat pagi tiba malam hari. Namun karena yang dituju adalah kampung halaman, perjalanan panjang tidak terasa melelahkan. Terlebih sepanjang perjalanan ditemani smartphone dengan kartu smartfren.

Guna menghindari kemacetan, kali ini perjalanan kami melalui jalur selatan, yaitu Bogor-Rangkas Bitung. Meski terjadi beberapa kali blank spot, karena melewati perkebunan sawit yang yang sama sekali tidak berpenduduk, namun pada dasarnya tetap terkoneksi cepat dengan smartfren. Terlebih ketika memasuki Kota Rangkas Bitung menuju Kota Pandeglang, sinyal kuat smartfren tetap terjaga. begitu juga setiba di kampung halaman, sinyal smartfren tetap ada meski tidak sekuat di kawasan perkotaan. Setidaknya, foto objek wisata kampung halamanku tersampaikan melalui jejaring media sosial, dalam rangka memasarkan objek wisata yang masih perawan, seperti Pulau Umang, Pulau Oar, dan wisata pantai lainnya yang belum dikelola. Terima kasih smartfren.

Oleh: ikanbijak | Juli 4, 2014

Membangun Pondasi Kelautan Indonesia

Pemikiran tol laut yang menimbulkan perdebatan, hanya menyisakan mimpi yang diyakini tak akan pernah terjadi. Mengingat, pembangunan kelautan Indonesia memerlukan suatu pondasi yang kuat, yang hanya bisa dilakukan oleh pemimpin tegas. Oleh karenanya, hanya pemimpin yang memiliki ocean leadership yang mampu membawa harapan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menjadi negara besar.
Untuk itu, apakah Indonesia memerlukan sosok manajer atau pemimpin? Apakah Indonesia memerlukan sosok pemimpin yang bisa bekerja atau pemimpin yang bisa memimpin? Kedua pertanyaan tersebut mengarah kepada pasangan Prabowo-Hatta, karena keduanya merupakan sosok pemimpin, bukan manajer dan tentu saja pemimpin yang bisa memimpin. Hal ini tercermin dari visi dan misi maritim koalisi Merah-Putih.
Kita paham, bahwa kelautan Indonesia selama ini menjadi sektor pinggiran (pheriperal sector) dalam pembangunan nasional. Padahal, kelautan memiliki potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan dalam membangun perekonomian nasional. Lebih dari itu, kelautan menjadi terpuruk karena kompleksitas permasalahan, khususnya konflik peraturan perundang-undangan yang berujung pada konflik kelembagaan.
Bagaimana membangun kelautan yang besar, kalau dalam prosesnya dikacaukan oleh konflik ego-sektoral. Untuk itu, visi dan misi Prabowo-Hatta akan menjadi obat yang tepat bagi Negara Kepulauan Indonesia yang besar ini. Visi maritim pasangan Prabowo-Hatta, yaitu “merancang dan membangun Indonesia sebagai negara maritim yang berdaulat, bermartabat dan berdaya saing”. Berdaulat, artinya pasangan Prabowo-Hatta akan memanfaatkan potensi kelautan yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Sementara bermartabat, artinya pasangan Prabowo-Hatta akan menempatkan para pelaku usaha kelautan, khususnya nelayan sebagai pelaku utama dalam pembangunan perikanan berkelanjutan. Sedangkan berdaya saing, artinya pasangan Prabowo-Hatta akan berjuang sekuat tenaga menciptakan potensi kelautan yang ada mampu bersaing dengan produk masyarakat internasional. Sungguh suatu visi yang memperhatikan permasalahan internal (domestik) dan sekaligus permasalahan internasional.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Prabowo-Hatta memulainya dengan membenahi pondasi kelautan Indonesia yang sangat rapuh. Adapun langkah pertamanya adalah membuat ocean policy (Kebijakan Kelautan Indonesia) yang merupakan pondasi dalam membangun Indonesia manjadi negara maritim melalui sinkronisasi kebijakan-kebijakan yang sudah ada dan membuat kebijakan lain untuk melengkapi landasan hukum dalam membangun Indonesia menjadi negara maritim. Langkah pertama ini sangat tepat, karena kelautan Indonesia dihadapkan pada konflik kepentingan antar sektor, sehingga perlu sebuah dokumen yang jelas sebagai panduan pembangunan kelautan secara berkelanjutan.
Setelah membuat dokumen ocean policy, pasangan Prabowo-Hatta akan membuat grand design pembangunan maritim dan merestruksturisasi lembaga negara yang akan melaksanakan kebijakan-kebijakan tersebut. Hal ini sebagaimana pemikiran pasangan Prabowo-Hatta yang tertulis dalam http://www.mediaprabowo.com. Setidaknya terdapat 10 prioritas yang akan dibangun oleh pengusung Garuda Merah ini, yaitu (1) penyusun tata kelola laut dalam konsepsi negara maritim; (2) pengembangan IPTEK maritim; (3) pengembangan infrastruktur maritim; (4) pemerataan pembangunan industri dan jasa maritim di seluruh wilayah NKRI; (5) pembangunan sistem transportasi laut yang sinkron dengan sistem logistik nasional; (6) pembangunan sistem pertahanan dan keamanan maritim yang tangguh dan berkelas dunia; (7) pengembangan perikanan laut yang berdaya saing; (8) optimalisai potensi migas dan mineral di laut serta ocean energy; (9) pelestarian lingkungan maritim; dan (10) pembangunan sistem mitigasi bencana sebagai konsekuensi Indonesia berada pada ring of fire.
Berdasarkan paparan visi dan misi pasangan Prabowo-Hatta tersebut, terlihat bahwa keduanya memahami jati diri Indonesia sebagai bangsa bahari. Akankah pasangan Prabowo-Hatta akan membawa Indonesia sejajar dengan negara maritim lainnya? Kita akan buktikan, ketika terpilih nanti. Untuk itu, jadilah pemilih yang cerdas dengan memilih pemimpin yang tegas dan memiliki visi, bukan pemimpin pekerja, karena Presiden bukanlah pekerja.

Oleh: ikanbijak | Mei 31, 2014

Mau Travelling, Klik Aja paradiso-tour.com

Traveling bukan hanya milik orang-orang berkantung tebal. Kini, kita semua dapat dengan mudah menjelajahi indahnya gugusan nusantara yang teruntai dari Pulau Sabang di barat Aceh hingga Merauke di timur Papua, dan dari Pulau Miangas di utara Sulawesi Utara hingga Pulau Rote di selatan Nusa Tenggara Timur. Denga kata lain, setiap “jengkal” bentangan alam Indonesia merupakan surga bagi wisatawan, baik domestik maupun asing. Keindahan alam tersebut didukung oleh keanekaragaman budaya yang sangat majemuk.

Selain itu, traveling tidak sesulit di masa lalu. Kini, kita semua dimanjakan oleh penyelenggara wisata karena maraknya perkembangan agen-agen wisata, sehingga persaingan harga pun sangat menguntungkan traveler. Dengan kata lain, sebelum melakukan perjalanan, kita dapat dengan mudah mengakses website-website yang menawarkan perjalanan wisata, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata religi hingga wisata olahraga yang menantang setiap jiwa petualang.

Salah satu website yang patut dan wajib dikunjungi oleh setiap yang akan melakukan perjalanan adalah www.paradiso-tour.com. Ada beberapa hal yang menjadi alasan kenapa harus mampir ke website www.paradiso-tour.com, yaitu: Pertama, tempat wisata. Website ini menyediakan informasi tentang objek-objek wisata, meskipun baru sebatas di Pulau Jawa. Kedua, berita dan promo. Website ini memuat informasi tentang perkembangan sarana dan prasarana dalam mendukung kegiatan wisata, khususnya memberitakan fasilitas transportasi. Ketiga, paket liburan. Website ini menyediakan paket-paket liburan, mulai dari paket liburan dalam negeri hingga paket liburan internasional, khususnya kawasan Asia. Adapun paket yang sudah ditawarkan untuk lokasi nasional, yaitu Jawa Tengah, Karimunjawa, Jogjakarta, Bali, Lombok, Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Makasar, Manado, Jawa Timur. Sementara untuk lokasi internasional, yaitu Singapura, Thailand, dan Malaysia. Selain itu, pengelola www.paradiso-tour.com juga menyelenggarakan kegiatan wisata untuk kunjungan kerja, ziarah dan paket kunjungan kerja lapangan (KKL). Paket KKL merupakan salah satu pelayanan www.paradiso-tour.com dimana dunia pendidikan masih sangat relefan dengan kegiatan KKL. Adapun paket KKL yang sudah tersedia, yaitu Paket KKL Semarang – Jakarta – Bandung 4H1M, Paket KKL Semarang – Jakarta 4H1M, Paket KKL Semarang – Bali 5H2M, Paket KKL Semarang – Jogja One Day, dan Paket KKL Semarang – Bali – Lombok 6H3M. Pengelola www.paradiso-tour.com juga menyediakan layanan request paket wisata, termasuk paket KKL yang tidak tersedia di website. Artinya, pengelola www.paradiso-tour.com terus berupaya membuka pasar wisata yang belum disediakan, seperti wisata uji nyali “Arung Jeram”.

Keempat, informasi tiket. Website ini menyediakan link yang berisikan informasi dan pemesanan tiket pesawat dan tiket kereta. Terkait dengan pemesanan tiket, www.paradiso-tour.com menautkan dengan link www.utiket.com. Kelima, voucher hotel. Website ini memuat hotel-hotel yang bekerjasama dengan www.paradiso-tour.com, sehingga kita dapat memesan kamar melalui pengelola website ini. Namun demikian, penyediaan voucher hotel hanya untuk lokasi Semarang, Bali dan Bandung. Keenam, transport. Website ini memuat perusahaan-perusahaan otomotif (PO) yang dapat dihubungi untuk kegiatan perjalanan. Adapun PO yang ada seperti PO. BnB Trans, PO. Zentrum, PO. 99TransJaya, PO. Subur Jaya, PO. Sindoro Satria Mas, PO. Semeru, PO. Safari Dharma Raya, PO. Revina Putri, PO. Bimo Trans, PO. Barito Trans, PO. BGS Trans, dan PO. Remaja.

Bagi mereka yang super sibuk dan ingin memantau promo-promo yang ditawarkan www.paradiso-tour.com, cukup memasukan email dikolom “Newsletter Subscription”. Dengan dimasukannya email kita, maka kita akan mendapatkan informasi secara berkala ketika admin www.paradiso-tour.com memuat setiap informasi dan berita, khususnya tawaran promo. Selain itu, website ini juga membuka peluang usaha di kegiatan wisata.

So, mau kemana lagi, ayo nikmati hidup dengan cara meluangkan diri untuk berlibur. Jelajahi indahnya bumi pertiwi sebelum mati. Dan tentu saja, buka dulu www.paradiso-tour.com lalu pilih lokasi yang sesuai dengan keinginan dan budget. Ayo kunjungi Indonesia.

Oleh: ikanbijak | April 7, 2014

Caleg Perempuan, Memperempuan-kan Perempuan

Di sudut pasar yang ramai, seorang ibu berputar-putar mencari tempat yang sepi untuk memberikan ASI (air susu ibu) kepada sang buah hati. Sayangnya, sang ibu tidak menemukan tempat itu. Alhasil, demi memberikan susu terbaiknya buat sang generasi penerus, si ibu memberanikan diri memasuki salah satu toko yang kebetulan sedang sepi pengunjung.

Setidaknya, itulah salah satu contoh fakta yang kerap kita temukan, bahwa negeri ini belum ramah terhadap kaum hawa. Apakah ini bentuk ketidak-pedulian sistem bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang didominasi kaum adam? Akankah pembiaran seperti ini terus berlanjut dan berulang? Jawabannya tidak, untuk itu, dalam rangka memperempuankan kaum perempuan, maka sistem pemerintahan harus diisi oleh calon legislatif (caleg) perempuan.

Ketidak-ramahan ruang publik tidak hanya terjadi di pasar, akan tetapi juga di sektor transportasi. Hampir seluruh kota di Indonesia, belum memperhatikan kenyamanan perempuan dalam melakukan perjalanan sebagaimana yang ada di Jakarta. Seperti Trans Jakarta yang bagian depannya dikhususkan kaum perempuan, dan begitu juga kereta JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) yang memiliki gerbong khusus perempuan (gerbong depan dan belakang).

Oleh karena itu, dalam rangka memperjuangkan hak-hak kaum perempuan, maka caleg perempuan harus memahami kebijakan publik. Dengan kata lain, selain memahami isu dan permasalahan perempuan dan anak, caleg perempuan harus memahami isu dan permasalahan publik secara lebih luas, seperti pendidikan, kesehatan, dan ketenegakerjaan.

Di tengah ketidak-percayaan masyarakat kepada politisi yang terjebak kasus korupsi dan amoral di parlemen, caleg perempuan diharapkan mampu merebut suara, khususnya suara yang mengambang (floating mass). Untuk itu, caleg perempuan harus mampu membuat program-program yang cerdas dan solutif untuk memberikan keyakinan kepada para pemilih, baik pemilih laki-laki maupun perempuan. Selain itu, untuk meyakinkan kaum pemilih, caleg perempuan juga harus mampu berperan sebagai ibu dan istri yang baik di keluarganya. Dengan kata lain, kewajiban-kewajiban yang melekat sebagai istri dan ibu dari suatu keluarga harus mampu dijalankan secara seimbang. Mengingat, keberhasilan membangun keluarga yang sehat adalah panutan bagi lingkungan sekitar, bahkan lingkungan yang lebih luas. Akankah kaum perempuan merebut hak-hak yang selama ini termarginalkan? Semoga.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.