Oleh: ikanbijak | Mei 15, 2016

Menapaki Eksotisme Bukit Pulau Padar

“Padar “, adalah salah satu pulau di Gugusan Pulau Komodo yang akhir-akhir ini menjadi salah satu objek wisata yang menjadi trending topic dikalangan traveller. Mengingat, Pulau Komodo hanya dikenal sebagai tempat hidupnya hewan purba yang endemik di gugusan pulau ini, yaitu Komodo (Varanus Komodoensis). Perbincangan traveller tentang Pulau Padar, yang secara administratif terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ini menggiring para wisatawan baik domestic maupun luar negeri tercermin dari antrian perahu yang merapat. Tidak hanya itu, mulai dari matahari yang akan menampakkan dirinya, hingga matahari kembali ke peraduan di ufuk barat, pengunjung seakang-akan mengantri untuk terus menapaki perbukitan Pulau Padar.

Saat itu, tepat jam 16.00 WIT perahu yang kami tumpangi secara perlahan mulai memasuki teluk Pulau Padar. Seakan-akan kehilangan momen, tanpa perlu membuang waktu, sang nakhoda menurunkan perahu kecil untuk menyeberangkan kami. Hal ini dikarenakan ketiadaan sarana tambat labuh bagi pengunjung Pulau Padar. Setiba di pantai, perlengkapan fotografi pun saya panggul untuk menaiki bukit kecil Pulau Padar. Hal ini demi mengabadikan momen detik-detik terbenamnya matahari. Tanpa ragu dan takut, saya bersama teman fotografi dari Komunitas Foto Labuanbajo terus melangkah penuh semangat hingga bukit tertinggi. Meski harus berhenti berkali-kali, akhirnya kami pun tiba pada salah satu bukit yang menurut kami sudah tepat untuk merekam indahnya Pulau Padar.

Bagi yang kurang berolahraga, perbukitan Pulau Padar akan cukup menguras tenaga. Oleh karenanya, jangan melupakan air mineral, karena peluh akan terkuras banyak di pulau ini. Di atas perbukitan, laut biru menghampar laksana permadani yang diatasnya terbentang bukit kecoklatan sangat kontras dan penuh eksotis. Mengingat, saat itu musim kemarau sehingga dedaunan berubah warna dari hijau menjadi coklat.

Setelah merekam sunset, kami bergegas turun karena hanya pulau akan sangat gelap gulita. Untungnya, lampu senter telah kami siapkan sebagai alat bantu untuk menuruni perbukitan. Meski telah menyaksikan indahnya matahari terbenam, kami tidak bergegas pulang ke Labuanbajo, melainkan mengingat di atas kapal guna menyaksikan kembali momen matahari terbit di atas perbukitan. Oleh karenanya, tepat jam 05.00 WIT, kami pun kembali menaiki perbukitan dengan penuh harap. Tidak perlu waktu lama, karena sudah tahu jalan untuk menaikinya. Setiba di atas bukit, terlihat beberapa kapal pengunjung berdatangan untuk menyaksikan indahnya Pulau Padar yang sangat indah.

Sungguh suatu pengalaman yang tidak akan terlupakan. Menaiki perbukitan Pulau Padar bersama keluarga besar Komunitas Fotografi Labuanbajo (KFL). Ayo, kunjungi gugusan pulau-pulau kecil di Kepulauan Komodo.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: