Oleh: ikanbijak | Agustus 21, 2015

Halal Bihalal: Penghubung Komunikasi Keluarga

Halal Bihalal: Penghubung Komunikasi Keluarga

Sadar atau tidak, semakin panjang rentang generasi keluarga, maka akan semakin banyak sanak famili yang akan kita lupakan. Mengingat, umumnya komunikasi keluarga yang akan terjaga kuat hanya 3 generasi, dari kakek hingga cucunya. Akibatnya, tidak sedikit antar keluarga besar yang jauh tidak saling kenal. Padahal selama itu mereka akan saling berinteraksi, baik di dunia kerja maupun dunia sepermainan.

Setidaknya itulah pengalaman yang saya alami, dan saudara lainnya. Sudah 3 tahun berinteraksi dengan salah satu mahasiswaku, ternyata dia adalah saudara sepupu. Kami terlahir dari generasi kelima, yang sama sekali tidak saling kenal. Hal inilah yang melatarbelakangiku untuk menggagas pertemuan keluarga besar hingga 7 generasi. Dan mimpi itupun bersambut, semua keluarga menyambut gembira halal bihalal yang selama ini tidak pernah dilakukan.

Menjelang bulan yang penuh berkah Ramadhan meninggalkan umat Islam yang senantiasa akan merindukannya, beberapa orang membentuk panitia kecil untuk menyusun daftar keluarga hingga alamat serta nomor teleponnya. Perjuangan dalam waktu singkat tersebut, cukuo menguras tenaga namun dikerjakan dengan penuh suka cita, karena kami akan bertemu dalam sebuah ikatan keluarga besar yang terputus dan terkota-kotak.

Akhirnya, tepat pada hari ke-3 Bulan Syawal, atau yang bertepatan dengan tanggal 19 Juli 2015, panitia kecil mampu mengumpulkan keluarga besar yang jumlahnya diluar perkiraan kami. Setidaknya 400 orang berkumpul, tumpah ruah dalam semangat kemenangan. Kemenangan tidak hanya melawan nafsu sebulan penuh di bulan Ramadhan, akan tetapi juga kemenangan mengumpulkan keluarga besar yang utuh, tanpa sekat dan merajut ikatan yang sudah lama tercerai-berai.

Menurutku, lebaran kali ini adalah yang paling berkesan. Karena bertemu dengan keluarga besar, dan mendata secara utuh, buku keluarga yang disusun bapakku yang tak kunjung “rampung” karena informasi yang tidak lengkap. Dengan kata lain, lebaran kali ini bukan hanya mengumpulkan keluarga, tapi kami pun menyusun program keluarga yang saling bantu, seperti beasiswa bagi anak yang berprestasi dan kurang mampu, bantuan bagi keluarga yang akan menikah dan kena musibah.

Akhir kata, halal bilahal pertama lebaran tahun ini bukan yang terakhir, namun suatu langkah awal untuk membangun keluarga yang penuh keberkahan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: