Oleh: ikanbijak | Oktober 31, 2014

Pesona Pantai Pink di Lombok Timur

Lombok bukan hanya Pantai Senggigi atau Gili Trawangan, dan bukan juga hanya pelecing kangkung atau ayam taliwang. Lombok adalah anuegarah Tuhan yang sangat indah, objek wisata terbentang mengisi setiap sudut bibir pantai hingga jurang-jurang Gunung Rinjani. Objek wisata terserak mulai dari utara (Gili Matra – Meno, Air dan Trawangan) hinggu selatan (pantai-pantai indah seperti Batu Payung, Tanjung Aan, dan Mawun), serta dari barat (Pantai Senggigi, Pantai Malimbu dan Pantai Nambung dengan air terjun asinya) hingga timur (Pantai Pink).
Selain keindahan alam, Lombok memiliki kebudayaan yang menarik untuk dikupas, seperti Gendang Belleq, nyongkolan (iring-iringan pengantin), tari gandrung, dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan kerajinan tangan, wisatawan dapat mengabadikan para penenun di desa adat, seperti Desa Sade yang menjaga nilai-nilai luhur Suku Sasak. Sementara untuk makanan, pelecing kangkung dan ayam taliwang jangan pernah terlewatkan.
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Lombok tahun 2003, yang saat itu tujuannya untuk riset budaya lokal dalam mengelola sumberdaya ikan, saya langsung jatuh cinta sama Pulau Lombok. Puncaknya tahun 2014, dimana saya memiliki riset dan pendampingan masyarakat di dua lokasi, yaitu Lombok Barat dan Lombok Timur. Kesempatan ini menuntut saya untuk mencari informasi yang sebanyak-banyaknya tentang objek wisata di Pulau Lombok, salah satunya adalah Pantai Pink. Namun sayang, karena mobil sewaan yang digunakan saat itu adalah standar, niatan mengunjungi Pantai Pink pun harus dibatalkan. “kalau ke Pantai Pink harus sewa mobil besar pak”, tutur Ari yang menjadi sopir langganan saya setiap melakukan kunjungan ke Lombok.
Pink beach
Sejak saat itulah, saya selalu menggunakan mobil-mobil bertenaga besar untuk menyusuri setiap sudut bibir pantai Pulau Lombok. Mengingat, akses jalan di Pulau Lombok tidak merata, termasuk akses jalan ke Pantai Pink. Siang itu matahari dengan kerasnya mengeluarkan cahaya, ketika kami meninggalkan Kota Mataram. Berdasarkan informasi dari sang sopir, perjalanan Kota Mataram ke Pantai Pink memerlukan waktu sekitar 2 jam, bahkan bisa lebih bila musim hujan karena akses jalan belum semua diaspal. Jadi, andaikan jalanan menuju Pantai Pink mulus, perjalanan bisa lebih cepat.
Oleh masyarakat lokal, Pantai Pink dikenal juga dengan nama Pantai Merah, karena warna pasirnya yang ke merah-merahan. Namun nama yang sebenarnya adalah Pantai Tangsi, entah apa yang melatarbelakangi pemberian nama itu. Secara administrasi, Pantai Pink masuk Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, yang merupakan bagian dari Pantai Tanjung Ringgit.
Setiba di Pantai Pink, mobil tidak bisa menembus bibir pantai karena akses jalan menurun berpasir dan berbatu, sehingga sangat berbahaya. Kami pun terpaksa berjalan kaki sepanjang 1 km, dengan debu-debu tebal tertiup angin. Setelah berjibaku dengan jalanan yang rusak, terpampanglah bentangan alam yang sangat sempurna, antara kemarahan pesisir pantai, laut biru bergradasi hijau toska, dikeliling savana kecoklatan ditebing-tebing perbukitan. Hamparan butiran-butiran merah bukanlah pasir murni sebagaimana pasir pantai berwarna putih lainnya, melainkan adalah pecahan-pecahan terumbu karang berwarna merah yang terbawa ombak dan proses alami menjadikan pecahan koral menyatu dengan pasir di pantai dan membentuk warna merah muda. Di Indonesia, pantai pink hanya ada dua, satunya lagi di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Keindahan daratan pantai dilengkapi dengan dasar perairan yang jernih, sehingga lenggak-lenggok penghuni terumbu karang pun terlihat jelas. Terlebih, dasar perairan banyak didominasi soft coral, sehingga arus laut menggerakannya seperti mereka sedang menari. Sementara itu, kedua bukit mengapit Pantai Pink dengan gagahnya. Bila berkunjung kesini, jangan malas untuk naik ke puncak kedua bukit tersebut, karena disana kita akan menyaksikan hamparan padang rumput yang kecoklatan karena tidak tersiram air, laut biru dengan langit dihiasi awan putih yang sangat dramatis. Sungguh ciptaan Tuhan yang tiada tara. Namun sayang, keindahan Pantai Pink belum terkenal luas, karena minimnya perhatian pemerintah dalam mendukung pengembangan wisata di kawasan ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: