Oleh: ikanbijak | Oktober 31, 2014

Menikmati Deburan Air Terjun Asin di Pulau Lombok

Apa? Ada air terjun air asin di Pulau Lombok? berapa meter panjangnya? Dimana lokasinya?
Rasa penasaran itu menggerakan kamera saya untuk segera mengabadikan fenomena langka tersebut. Alhasil, informasi yang tercetus dari relawan-relawan Palang Merah Indonesia (PMI) hari itu saya tindak-lanjuti dengan cara mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai air terjun air asin di Pantai Nambung. Hasil penelusuran dunia maya pun menemukan beberapa foto yang berhasil diunggah oleh fotografer landscape. Setelah informasi terkumpul, agenda berikutnya adalah mencari guide lokal dan kendarawaan sewaan untuk jalan-jalan esok hari.
Menjelang pukul 11.00 WITA, perjalanan pun dilakukan menuju Pantai Nambung dari Kota Mataram yang memerlukan waktu sekitar `1,5 jam. Penentuan waktu tersebut bukan tanpa alasan, karena berdasarkan informasi yang diperoleh, fenomena air terjun asin tersebut hanya terjadi jika gelombang besar. Artinya, fenomena air terjun asin tidak bisa dinikmati setiap saat, sehingga pengunjung harus benar-benar tahu musim yang sedang berlangsung.

Pantai Nambung dengan efek air laut yang menabrak dinding karang, diperlukan kehatti-hatian.

Pantai Nambung dengan efek air laut yang menabrak dinding karang, diperlukan kehatti-hatian.


Setiba di Pantai Nambung, saya disambut hamparan pasir sebesar buah merica yang memanjang sejauh 2 km. Bentuk butiran pasir di Pantai Nambung sama persis dengan pasir laut yang terdapat di Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta Lombok Tengah. Bentuk pasir seperti merica ini sangat melelahkan bagi setiap orang melewatinya. Untuk itu, strategi yang saya lakukan adalah menginjak bekas-bekas langkah telapak kaki orang-orang sebelumnya. Sehingga beban berat tubuh tertahan, tidak langsung terbenam ke dalam pasir merica ini. Masalah lain berjalan di pasir merica ini adalah “jebakan batman” kotoran warga yang buang air besar di pantai.
Meski perjalanan yang sangat melelahkah, suasana alam di Pantai Nambung bisa melupakan lelah dan pegalnya kaki. Setelah melalui 2 km pasir merica, kita akan melihat bebatuan yang bertubrukan dengan dinding bukit di Pantai Nambung. Lagi-lagi bebatuan ini menghampar 2 km menuju air terjun asin. Berjalan di bebatuan ini perlu hati-hati. Selain licin, bebatuan tersebut juga tajam-tajam sehingga perlu sepatu yang ideal, bukannya sepatu kerja yang saya pakai saat itu. Sebenarnya, untuk menuju air terjun asin bisa ditempuh melalui jalur laut dengan cara menyewa perahu kecil.
Ketika beberapa menit sebelum menyaksikan air terjun asin, terdengar dari kejauhan deburan ombak dan hempasan partikel-partikel kecil air laut yang terbawa angin. Untuk menyaksikan detik-detik terjadinya air laut, saya mencoba menaiki tebing tinggi sambil minum Liang Teh Cap Panda yang memiliki rasa dan aroma yang khas. Dari atas terlihat detik-detik terjadinya air terjun, yang disebabkan oleh hempasan gelombang besar yang menabrak dinding pantai berbatu keras dan terjal. Bahkan, setiap gelombang menabrak dinding karang akan terdengar desisan angin yang tercipta dari bawah bebatuan.
Setelah menyaksikan fenomena alam air terjun asin, berbeda dengan air terjun di pegunungan yang mengalir setiap saat sebagaimana kita lihat biasanya. Karena efek aliran air terjun asin hanya akan tercipta bila kondisi air sedang pasang ditambah dengan musim yang terjadi saat itu. Namun aliran air mulai dari aliran pertama yang sangat keras sampai aliran lembut dari sisa-sisa air terjun yang jatuh.
Untuk merekam keindahan fenomena air terjun asin, diperlukan perlengkapan fotografi yang lengkap, seperti tripod dan filter, baik filter CPL maupun ND. Karena efek air yang jatuh di sela-sela sasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun sayang, disini belum berkembang wisata bahari sehingga penginapan di sekitar pelabuhan perikanan nusantara harus steeril dari para preman.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: