Oleh: ikanbijak | Desember 21, 2013

Smart is Process

Apa itu “SMART”? suatu kata yang pendek namun memiliki penuh arti. Saya meyakini 100 persen, kita semua mengartikan SMART adalah pintar, cerdas, atau sejenisnya. Sehinggga, orang yang pintar dan cerdas senantiasa disebut sebagai orang yang SMART. Namun dibalik untaian kata pendek tersebut, saya memiliki pandangan tersendiri tentang SMART.

Menurut saya, SMART adalah suatu proses panjang yang tidak diperoleh secara ujug-ujug atau tiba-tiba atau bahkan instant. Dengan kata lain, SMART adalah proses (SMART is PROCESS). Hal ini dikarenakan, untuk menyandang kata SMART, maka seseorang harus meluangkan waktu atau menghabiskan waktunya untuk menekuni suatu bidang.

Lantas, bagaimana dengan orang yang sekali belajar langsung mampu menguasai suatu bidang? Bahkan langsung menorehkan pretasi yang luar biasa. Memang, hal itu bisa terjadi pada siapa pun, termasuk kita. Kita sering sebut orang tersebut berbakat. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah hanya bakat yang menjadi salah satu faktor penentu seseorang untuk menjadi pakar atau berprestasi. Jawabannya tentu tidak.

Sekali lagi saya menekankan, keahlian seseorang diperoleh dari proses panjang yang dilakukan secara berulang-ulang. Proses pengulangan itulah yang menjadikan seseorang akan menjadi ahli yang kemudian berprestasi. Masih belum percaya? Carilah pakar-pakar atau tokoh-tokoh terkenal, dapat dipastikan mereka lahir dari proses panjang yang berulang-ulang.

Untuk mendiskusikan topik SMART, saya akan mendiskusikan pengalaman dunia menulis yang saya tekuni sejak duduk di bangkyu kuliah tingkat 3. Untuk menjadi seorang penulis yang baik misalnya, apakah langsung mampu menghasilkan karya yang bagus dan dimuat di berbagai media massa atau diterbitkan oleh semua penerbit? Saya yakin 100 persen, setiap penulis merasakan penolakan, baik di media cetak bagi penulis kolumnis maupun penolakan dari penerbit bagi penulis fiksi dan non-fiksi.

Keluhan pertama penulis adalah bakat. Penulis pemula umumnya mengatakan, “Saya gak punya bakat, sehingga tidak bisa menulis bagus”, itulah pernyataan orang yang kalah sebelum bertanding. Sehingga, bakat selalu menjadi kambing hitam, ketika seseorang gagal menjadi penulis. Padahal, bakat bukanlah sesuatu yang diwajibkan untuk menjadi seorang penulis. Mengingat, bukan bakat yang diperlukan dalam menulis, melainkan minat besar pada dunia tulis-menulis, tekun berlatih, konsisten dalam menulis, keyakinan yang kuat dan sabar. Oleh karenanya sangat wajar, bila Aksana (2006) mengatakan bahwa hanya diperlukan 1% bakat untuk menjadi penulis sukses. Selebihnya adalah keringat. Artinya, 99% yang diperlukan untuk menjadi penulis sukses adalah kemauan yang keras dan upaya yang kuat. Bahkan, Setiati (2008) mengatakan bahwa kemampuan menulis terlahir bukan karena bakat, tetapi karena penciptaan, sementara Gustave Flaubert mengatakan bahwa bakat adalah kesabaran yang panjang.

Keluhan kedua penulis adalah ide. “Saya tidak bisa menulis, karena tidak punya ide sehingga bingung mau nulis apa?”. Itulah pernyataan yang sering saya dengar dari setiap peserta pelatihan penulisan. Benarkah mencari ide itu susah? Padahal, ide berserakan di sekitar lingkungan kita. Sebelum menjadi kolumnis di media cetak, saya juga mengalami permasalahan klasik sebagaimana diungkapkan diatas, yaitu gak punya ide atau susah mencari ide. Dan ternyata, percaya atau tidak, hal ini juga terjadi pada penulis-penulis beken diawal meniti karirnya. Artinya, semua penulis pemula akan senantiasa dihadapkan pada susahnya menuangkan ide dalam suatu bentuk tulisan.

Sebenarnya, disadari atau tidak, ide akan masuk dengan sendirinya ketika kita sedang menulis, sehingga yang diperlukan adalah motivasi yang kuat untuk menulis. Hal ini dikarenakan, ungkapan “gak punya ide” yang bersimbiosis dengan “kemalasan”, akan menjadikan penulis pemula kalah sebelum bertanding. Dalam bukunya yang berjudul “Writing Donut”, Efendi (2009) mengungkapkan dua hal mengenai ide yang enggak pernah nyangkut di dalam kepala kita, yaitu: Pertama, ide itu sudah datang, tapi kita belum siap menerima, sehingga ide itu terbang lagi dan sulit untuk ditangkap. Oleh karena itu, trik agar ide tersebut tidak lepas atau terbang begitu saja, maka catatlah saat itu juga. Saran terbaik adalah, bawalah buku saku dan pena kemana pun kamu pergi. Minimal ketiklah di handphone (HP). Hal inilah yang saya lakukan, sebelum punya HP, saya selalu mencatatkan ide di kertas khusus yang telah saya siapkan. Bahkan, ketika mau tidur pun, kertas dan pena tersebut secara setia menemani disamping bantal. Sehingga, ketika ide muncul, pena pun langsung beraksi mencatatnya. Kedua, kamu sudah siap, tapi ide tidak kunjung datang. Kondisi seperti ini kerap dialami oleh mereka yang sudah siap menulis di depan komputer, tapi cuma bisa memelototi layar monitor karena didalam kepalanya lagi gak ada ide. Saran untuk mereka yang sering mengalami kondisi seperti ini adalah, menyiapkan bahan sebelum memulai menulis, baik menandai bahan bacaan atau menuliskan poin-poin penting di kertas buram atau kertas bekas. Berdasarkan permasalahan yang sering terungkap, maka ide harus dijemput, bukan ditunggu.

Keluhan penulis ketiga adalah bingung mulai dari mana. Sebagaimana yang saya rasakan atau penulis beken sekalipun, penulis pemula akan dihadapkan pada kebingunan mulai menulis dari mana. Tentu saja, kebingungan tersebut disebabkan karena tidak biasa. Oleh karena itu, memulai menulis adalah langkah untuk menjadi biasa, sehingga permasalahan bingung memulai akan dengan sendirinya terkikis.

Setidaknya tiga keluhan itulah yang sering saya dengar ketika melakukan pelatihan menulis. Dan memang betul, tapi dengan proses yang berulang-ulang, maka saya mampu membuat buku, bahkan langganan membantu Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menulis buku. Sebagai penutup, saya sekali lagi menekankan bahwa untuk menjadi SMART, kita jangan pernah bosan untuk mengulang dan terus berproses.

 

 Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Ultah Blog Emak Gaoel


Responses

  1. Tulisan yang dalam.🙂

  2. Hi, mohon ijin berbagi informasi ya… Yuk ikutan #ZockoUnlocked Blogging Competition berhadiah iPhone 5S atau iPad Mini! Untuk info lengkap silakan kunjungi http://weare.zocko.com ya dan jangan lupa sign up di http://www.zocko.com terlebih dahulu! Kami tunggu ☺


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: