Oleh: ikanbijak | Maret 6, 2010

LOMBA MENCARI WAJAH BARU KAKI LIMA

LOMBA MENCARI WAJAH BARU KAKI LIMA

Arsitektur dalam kota sebagai tempat hidup manusia hendaknya merupakan suatu lingkungan yang sesuai dengan hakekat manusia itu sendiri. Kaki lima merupakan bagian dari rangkaian kehidupan kota yang tumbuh secara alamiah dan berperan dalam bidang arsitektur. Bukan sekedar menjadi tempat yang hanya berisi benda mati dan hasil teknologi pembangunan saja, tapi harus kita simak dengan seksama bahwa kehadiran kaki lima perlu diberi tempat sebagai salah satu unsur kota secara keseluruhan. Melalui kegiatan ini tema tersebut kamu buat dengan tujuan agar kaki lima di dalam kota dapat dimaksimalkan fungsinya sebgai tempat terjadinya kehidupan yang mempunyai nilai ekononomis serta mempunyai fungsi sosial yang merupakan salah satu media bagi pembentukan suasana kehidupan arsitek secara hakiki. Kita sebagai arsitektur muda perlu melihat kembali kebelakang dengan satu sentuhan langkah baru dalam menentukan penataan kaki lima kota agar tercipta sebuah kota yang mempunyai wajah baru dan menjadi keindahan dalam kota itu sendiri.

Permasalahan.

Ruang merupakan tananan yang paling utama dalam arsitektur, baik ruang dalam atau pun ruang luar, keduanya saling berhubungan. Bahkan secara kontras dapat terlihat ruang pedagang Kaki Lima (ekonomi lemah), ruang pembeli dan ruang pemilik toko (ekonomi kuat) yang ketiganya selalu berdampingan dalam aktivitas melalui satu wadah fisik, yaitu ruang. Dengan memanfaatkan kedua sisi sosio-ekonomi ke dalam ruang arsitektural akan memberikan satu penataan lingkungan binaan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Penataan ini lebih jauh dapat memberikan gambaran bahwa pedagang Kaki Lima yang berjualan di luar bangunan atau gedung serta pemilik toko yang berjualan di dalam gedung, keduanya akan terpisahkan oleh kontrasnya sirkulasi dan tentu saja perilaku aktivitas pembeli.
Secara arsitektural para pedagang Kaki Lima sebaiknya sudah ditentukan luasan tempat untuk berjualan yang masing- masing berbeda. Mengapa demikian? Karena dari masing – masing pedagang Kaki Lima menjaul jenis barang dagangannya yang berbeda – beda pula (makanan, sandang/kelontong, jasa, kebutuhan sekolah, dan lain sebagainya). Apalagi bagi para pedagang Kaki Lima yang berjualan di emper – emper toko maupun trotoar, juga perlu adanya penganganan khusus yang arsitektural.
Secara prinsipil, konsep penataan yang diusulkan adalah menempatkan pedagang kaki lima di ruang yang berdampingan dengan ruang untuk kegiatan sirkulasi kawasan, yaitu pedestrian dan jalan, dengan alternatif membuat suatu ruang terbuka publik baru di mana semua kegiatan publik berlangusng, termasuk kegiatan perdagangan kaki lima, dengan tetap memprioritaskan optimalisasi ruang terbuka publik bagi sirkulasi pejalan kaki. Konsep ini diwujudkan dalam bentuk penataan yang meliputi penataan perletakkan, bentuk kaki lima, dan juga perabot urban (street furniture) yang dapat mendukung kegiatan tersebut, terutama dengan adanya pedagang kaki lima sebagai salah satu anggota ruang terbuka publik.
Diharapkan dengan adanya penataan ini akan banyak memberikan sumbangan yang besar di dalam menanggulangi kesemrawutan para pedagang kaki lima yang berada di pusat kota, baik dalam ungkapan fisik ruang untuk pedagang Kaki Lima, sistem sirkulasi maupun tata letaknya. Tentunya pendekatan di atas membutuhkan uluran dan peran para arsitek di dalam memformasikan satu bentuk tatanan, yang mungkin dikatakan “peran arsitek untuk rakyat jelata”, dalam mengisi tatanan ruang kota. Semuanya ini akan terpateri menjadi satu wujud fisik yang mempunyai latar belakang arsitektural.

Latar Belakang.

Pedagang Kaki Lima merupakan fenomena kegiatan perekonomian rakyat kecil, yang mana mereka berdagang hanya untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sehari – hari. Pedagang Kaki Lima ini timbul dari adanya suatu kondisi pegembangan perekonomian dan pendidikan yang tidak merata diseluruh NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini. Pedagang Kaki Lima ini juga timbul akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan bagi rakyat kecil yang tidak memiliki kemampuan dalam berproduksi. Kita sebagai calon arsitek dalam hal ini sebenarnya memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan pembangunan, dalam penataan ruang dan memberikan wajab baru bagi pedagang kaki lima tesebut.

Kegiatan yang bertema “Arsitek: Kaki Lima Kota” ini kami angkat dengan tujuan agar kaum muda, khususnya orang – orang yang berada pada lingkaran dunia arsitektur mampu melihat keadaaan Pedagang Kaki Lima di Jakarta yang memprihatinkan. Dengan latar belakang ini diharapkan agar para kaum muda dapat menyumbangkan inovasi ide kreatif bagi penataan Pedagang Kaki Lima sebagai aktivitas pendukung pada ruang publik kota dan menjadikannya sesuatu yang atraktif bagi kehidupan masyarakat kota, meningkatkan pendapatan masyarakat, menarik kunjungan turis dan dapat diterima sebagai bagian dari perkembangan kota.

Syarat dan ketentuan lomba.

* Peserta merupakan mahasiswa arsitektur dan arsitek.
* Satu team terdiri dari 1 hingga 3 orang.
* Gagasan desain adalah karya asli peserta dan belum pernah dipublikasikan dan diikutsertakan dalam lomba apapun.
* Hak cipta desain menjadi milik penyelenggara dan penyelenggara berhak mempublikasikan karya tersebut.

Aspek penilaian.

Menghasilkan terobosan desain yang dapat mengatasi masalah kaki lima jangka panjang dari segi:
1. Permasalahan ekonomi
2. Degradasi fasilitas
3. Kejenuhan lingkungan
4. Masalah bencana alam
5. Menurunkan angka kriminalitas
6. Estetika

Menggunakan kesederhanaan teknologi yang kreatif dan inovatif.
Penjurian.

Penjurian dilakukan dengan penjurian tunggal oleh Marco Kusumawijaya.

Penjurian 1 : Penjurian tertutup tanggal 20 April 2010
Penjurian 2 : Penjurian terbuka (presentasi 5 besar) tanggal 27 April 2010 di Universitas Tarumanagara

Penghargaan:
Juara 1,2,3 dengan total hadiah Rp 6.000.000,- + Piagam + Plakat.
Pengumpulan

Tanggal 5 April sampai 16 April 2010 paling lambat pk. 16.00 WIB di Redaksi Sketsa.
Pengiriman via pos paling lambat tanggal 14 April 2010.

*Segala kerusakan via pos diluar tanggung jawab panitia. Karya yang dikembalikan oleh pihak pos karena salah alamat diluar tanggung jawab panitia.

Hasil yang dikumpulkan

Dalam format kertas ukuran 58×86cm maksimal 3 halaman

1. Konsep berisi

*
Konsep desain kreatif dan inovatif
*
Gambaran site (real) sebelum diolah untuk menampilkan permasalahan yang akan diperbaiki (secara mikro dan makro)

2. Siteplan desain (skala 1:100)
3. Tampak (skala 1:100)
4. Potongan (skala 1:100)
5. Detail yang inovatif (skala 1:10 dan perspektif)
6. Perspektif minimal 2 buah
7. 3D (optional)

Dalam format cd

1. Semua yang diatas (1-7), berformat PDF/ JPG, kertas 58×86, horisontal
2. File asli dari semua data yang diatas dengan resolusi min. 300ppi dengan format JPG. Disimpan dalam 1 folder tersendiri.
3. Data diri salinan KTP, salinan kartu mahasiswa, nomor handphone dan alamat email
4. Presentasi teknik bebas
5. Maket (apabila masuk 5 besar) skala 1:500

Kertas dan cd dimasukkan ke dalam amplop tertutup bertuliskan:

Lomba Desain HUT SKETSA 21, Nama peserta, alamat peserta

Dikirim ke:

Redaksi SKETSA, Jl. Letjen S Parman no.1 Jakarta 11440, Kampus 1 Universitas Tarumanagara, Blok L Lantai 7.
Kriteria Pemilihan Tapak.

Lokasi/wilayah tapak bebas tapi memenuhi kriteria issue urban dibawah ini.

Bentuk tapak bebas, dapat berupa area luasan atau strip

Tapak memiliki luasan kira – kira 300 meter (yang setidaknya mempunyai beberapa kaki lima dalam keadaan eksistingnya)

Kriteria tapak yang dapat dipilih memiliki ciri berikut:
1. Memiliki karakter kawasan
2. Berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat sekitar
3. Pusat sosial dan ekonomi
4. Kaki lima yang semifix / fix (bukan gerobak).
Pendaftaran.

Pendaftaran dibuka tanggal 1 Februari s/d 31 Maret 2010

Pendaftaran melalui email desain.konsep@live.com. Menyertakan nama, universitas / kantor, nim, email, no. handphone

Pendaftaran dikenakan biaya sebesar Rp 100.000,- untuk 1 team (terdiri dari 1 s/d 3 orang)

Paling lambat 5 hari setelah mendaftar ke rekening yang diberitahukan lebih lanjut kemudian fax bukti pembayaran ke 021-561679 (harap telepon dahulu ke nomor ini memberitahu kalau anda akan fax bukti pembayaran) atau mengirim email bukti pembayaran ke: desain.konsep@live.com
Contact Person
Natasha : 0838893718345
Marthin : 08388154291
Yulia : 08179985441
Find us on facebook.
Sumber: http://desainkonsep-sketsa.blogspot.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori