Oleh: ikanbijak | Januari 30, 2010

Peran Besar Industri Telekomunikasi Seluler dalam Membangun Wisata bahari

Peran Besar Industri Telekomunikasi Seluler
dalam Membangun Wisata Bahari

Oleh : Akhmad Solihin
Kategori : Peserta Umum
Tema Khusus: Dampak investasi di sektor telekomunikasi selular terhadap pertumbuhan ekonomi daerah

Deretan pulau yang membentang dari Pulau Sabang sampai Merauke dan Pulau Miangas hingga Pulau Rote, menyimpan potensi sumberdaya alam melimpah yang dapat dimanfaatkan untuk membangun bangsa Indonesia. Tentu saja, potensi tersebut tidak hanya untuk dimanfaatkan secara eksploitatif, tetapi juga potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk industri jasa-jasa wisata yang sama sekali tidak eksplotatif alias menjual keindahan dan kekayaan alam Indonesia.

Namun demikian, pengembangan industri jasa-jasa wisata bahari dihadapkan pada lemahnya dukungan sarana dan prasarana, khususnya telekomunikasi. Hal ini dikarenakan, potensi wisata bahari di kawasan pantai umumnya berada di wilayah pinggiran yang kurang aksesibilitasnya. Lebih parah lagi, potensi wisata bahari yang berada di pulau-pulau kecil terluar, yang jauh dari jangkauan kebijakan pemerintah.

Potensi Wisata Bahari

Pariwisata bahari merupakan subsektor wisata yang memiliki masa depan menjanjikan dalam pembangunan kelautan Indonesia. Mengingat, subsektor ini paling efisien dalam bidang kelautan yang ditujukan dengan nilai ICOR (incremental capital output ratio) sebesar 3,10 (Kusumastanto, 2003). Artinya, parawisata bahari memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan baik nasional maupun daerah dan logis jika dijadikan pilar utama pembangunan ekonomi yang diintegrasikan dengan potensi daratan. Oleh karena itu, diperlukan formulasi kebijakan yang integralistik dan komprehensif antara darat dan laut dalam membangun sektor pariwisata.

Pembangunan wisata bahari pada prinsipnya tidak hanya sekedar merubah bentuk kegiatan dari semula daratan ke bahari, namun lebih dalam daripada itu adalah merubah pola fikir dari semula mass tourism menjadi quality tourism, dari semula high income menjadi rational income distribution to the people, dari quick yielding menjadi sustainability, dan dari semula memanfaatkan lingkungan menjadi mendayagunakan lingkungan (Hermantoro, 2009). Atas dasar berbagai pertimbangan, sangat wajar bila wisata bahari menjadi keputusan penting dalam menentukan arah pembangunan pariwisata jangka panjang.

Adapun berbagai jenis wisata bahari yang dapat dikembangkan, yaitu wisata pantai (seaside tourism), wisata pesiar (cruise tourism), wisata alam (ecotourism), wisata budaya (cultural tourism), dan wisata olahraga (sport tourism/sport fishing). Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa secara garis besar, peran sektor pariwisata dalam pembangunan mempunyai tiga segi yang patut dicermati, yaitu: Pertama, segi ekonomi, dalam menciptakan pendapatan asli daerah (PAD); Kedua, segi sosial, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja baru; dan Ketiga, segi budaya, dalam memperkenalkan budaya daerah kepada para pengujung (wisatawan).

Dukungan Telekomunikasi Seluler

Berdasarkan paparan diatas, terlihat bahwa jasa-jasa wisata bahari bisa mempunyai multiplier effect bagi suatu daerah maupun negara, sehingga dukungan berbagai fasilitas sangat dinantikan, khususnya telekomunikasi. Sebagaimana yang telah diungkapkan, jaringan telekomunikasi seluler adalah kebutuhan di era perkembangan digital sekarang ini.

Sebagai orang yang dilahirkan di pelosok pesisir yang jauh dari aksesibilitas, penulis mencoba mengungkapkan fakta akan arti penting jaringan telekomunikasi dalam pembangunan wilayah yang kaya potensi wisata bahari. Sebagian besar penduduk Indonesia mungkin tidak akan tahu dimana letak Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Orang-orang tahunya Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), dimana terdapat badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus). Padahal, TNUK adalah warisan dunia yang terdapat di Kecamatan Sumur.

Beberapa tahun terakhir, seiring dengan masuknya jaringan telekomunikasi seluler di Kecamatan Sumur, wisata bahari berkembang pesat di kawasan ini. Pembangunan Pulau Umang Resort dan pulau-pulau kecil disekitarnya, adalah salah satu pengembangan wisata bahari yang signifikan ketika jaringan telekomunikasi memasuki kawasan ini.

Dengan demikian, berkembangnya jasa-jasa wisata bahari di kawasan Sumur yang “jauh dari peradaban” ini tidak dapat dilepaskan dari masuknya jaringan telekomunikasi seluler. Artinya, secara tidak langsung, pembangunan jaringan telekomunikasi seluler di wilayah pinggiran mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal khususnya dan pembangunan daerah umumnya serta mengeluarkan masyarakatnya dari ketertinggalan.

Berdasarkan hal tersebut diatas, jelas terlihat hubungan bahwa pembangunan jaringan telekomunikasi seluler di wilayah pinggiran pesisir dan pulau-pulau kecil terluar, akan mampu membangun perekonomian kelautan serta meningkatkan taraf hidup masyarakatnya yang disebabkan oleh multiplier effect wisata bahari tersebut. Akankah pembangunan jaringan telekomunikasi seluler menggarap wilayah pinggiran? Semoga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: