Oleh: ikanbijak | Desember 30, 2008

Telekomunikasi Seluler di Bibir Pantai Nusantara

Telekomunikasi Seluler di Bibir Pantai Nusantara
Oleh : Akhmad Solihin

Selain diuntungkan oleh gencarnya perang tarif murah antaroperator, masyarakat pengguna telekomunikasi seluler semakin dimanjakan dengan semakin kuatnya daya jangkau sinyal operator hingga ke pelosok nusantara. Masyarakat pesisir umumnya dan masyarakat nelayan khususnya, adalah salah satu pihak yang diuntungkan oleh cepatnya perkembangan telekomunikasi tersebut. Hal ini dikarenakan, sebagai masyarakat pesisir yang umumnya tinggal di daerah terpencil atau pedalaman, ketiadaan akses terhadap pasar adalah penyebab kenapa mereka terjebak dalam perangkap lingkaran kemiskinan (vicious circle) yang sengaja dipasang oleh para pemilik modal.
Pemilik modal yang di dunia perikanan dikenal dengan sebutan juragan atau punggawa, adalah pembeli yang mempunyai kekuasaan penuh untuk menentukan harga jual ikan. Tentu saja, kekuasaan juragan tersebut diperoleh dengan cara memelihara pola patron-klien melalui pinjaman modal. Namun demikian, perangkap pola patron-klien tersebut bukan satu-satunya penyebab kenapa nelayan miskin di tengah kekayaan sumberdaya ikan. Hal ini dikarenakan, sekali lagi penulis tekankan, bahwa ketiadaan akses terhadap informasi pasar adalah salah faktor yang harus dituntaskan.
Oleh karena itu, kehadiran stasiun pemancar suatu operator seluler di berbagai wilayah pesisir Indonesia sangat dinanti-nanti oleh setiap masyarakat pesisir. Dengan demikian, investasi pemasangan stasiun pemancar tidak hanya akan menghasilkan keuntungan semata bagi pemilik operator, akan tetapi lebih dari pada itu, operator seluler tersebut telah berjasa membantu masyarakat pesisir yang selama ini termarjinalkan oleh kebijakan nasional yang berbasis daratan (continental oriented). Bukan hanya menjadi media silaturahmi, masuknya operator tersebut membantu perekonomian nelayan dalam menciptakan kepastian harga di luar daerahnya.
Sebagaimana yang telah diungkapkan di atas, bahwa masuknya sinyal operator seluler di pelosok pesisir menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat nelayan. Stigmatisasi nelayan sebagai masyarakat udik yang gagap teknologi sudah terkikis, karena mereka sekarang sudah mampu mengoperasikan telepon seluler. Meski mereka tidak begitu mengerti program-program aplikasi yang disematkan masing-masing vendor pada setiap tipe handphone (HP), masyarakat pesisir umumnya membeli HP yang canggih sebagaimana yang dipakai masyarakat kota umumnya. Sehingga jangan kaget, bila kita berkunjung ke wilayah-wilayah pesisir yang sudah dimasuki operator seluler, tipe HP yang beredar rata-rata bandrolnya di atas Rp 1 juta.
Gaya hidup konsumtif adalah salah satu faktor cepatnya perkembangan telekomunikasi seluler di wilayah pesisir. Gaya hidup konsumtif tersebut tidak dapat dilepaskan oleh sifat berburu (hunting) masyarakat nelayan. Apabila dalam satu malam mereka berhasil menangkap ikan dalam jumlah banyak, maka tidak jarang pendapatan tersebut digunakan untuk berfoya-foya, termasuk membeli barang-barang elektronik. Akan tetapi bila musim paceklik tiba, maka barang-barang elektronik yang dibeli tersebut kerap dijual kembali dengan harga murah. Fenomena inilah yang disebut-sebut pakar sosilogi perikanan sebagai kemiskinan kultural.
Terlepas dari permasalahan tersebut di atas, kehadiran operator seluler membantu masyarakat nelayan dalam mencari alternatif penjualan ikan hasil tangkapannya hingga ke luar kota. Bahkan sebelum ikan di daratkan, mereka yang tidak terikat dengan pola patron-klien akan menghubungi para pembeli untuk menanyakan pasaran harga ikan yang berlaku. Tentu saja, tindakan tersebut diambil apabila Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di tempat tersebut tidak berperan sebagaimana yang didiharapkan.
Sebagai penutup, penulis berharap pembangunan stasiun pemancar operator seluler ditujukan pada wilayah-wilayah pelosok. Tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan perusahaan operator ansich, pembangunan stasiun pemancar juga untuk membantu berkembangnya usaha karakyatan di wilayah pesisir dan pedalaman Indonesia. Akankah jangkauan operator seluler semakin luas? Semoga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: