Oleh: ikanbijak | April 16, 2008

“Trawl” Picu Kejahatan Perikanan

“Trawl” Picu Kejahatan Perikanan

Kompas, Selasa, 25 Maret 2008 | 01:37 WIB
Jakarta, Kompas – Kebijakan pemerintah mengizinkan kembali penggunaan secara terbatas alat tangkap ikan pukat harimau atau trawl merupakan langkah mundur dalam penanggulangan kejahatan perikanan. Izin itu ditengarai akan semakin menyuburkan penjarahan sumber daya ikan dan perusakan ekosistem perairan.
Manajer Kampanye Pesisir dan Laut Walhi Riza Damanik di Jakarta, Senin (24/3), mengemukakan, pemakaian pukat harimau tetap marak meskipun alat tangkap itu dilarang sejak tahun 1980.
Menurut Riza, penggunaan pukat harimau berlangsung hingga ke wilayah tangkapan nelayan tradisional sehingga menimbulkan konflik antarnelayan selama puluhan tahun bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.
Izin kembali penggunaan pukat harimau ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 06/MEN/2008 tentang Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela di Perairan Kalimantan Timur Bagian Utara (Kompas, 24/3).
Keluhkan pukat harimau
Di Tanjung Pilang, Kepulauan Riau, sejumlah nelayan tradisional yang menggunakan alat tangkap tradisional, seperti jaring apung, bubu, dan pancing, mengeluhkan penggunaan trawl.
”Pukat harimau masih terus beroperasi di perairan Pulau Bintan,” kata Sudirman, nelayan.
Kapal-kapal pukat harimau itu, lanjut Sudirman, menggunakan radio yang dapat memantau pengawasan dari aparat. Ironisnya, meskipun ada patroli aparat, kapal-kapal itu tetap menangkap ikan dengan pukat harimau.
Pemerhati lingkungan, Rasyid, mengungkapkan, pukat harimau jelas merusak ekosistem. ”Terumbu karang dan ikan-ikan kecil terjaring semua. Ekosistem laut rusak,” ujarnya. (LKT/FER)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: