Oleh: ikanbijak | April 16, 2008

Izin Hanya untuk 70 Kapal Trawl

Izin Hanya untuk 70 Kapal Trawl
Kompas, Senin, 31 Maret 2008 | 17:53 WIB

SAMARINDA, SENIN-Penjalaan ikan memakai pukat harimau atau trawl diizinkan hanya untuk 70 kapal di perairan Kalimantan Timur bagian utara meliputi Kabupaten Nunukan, Kabupaten Bulungan, dan Kota Tarakan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Khaerani Saleh, Senin (31/3) , mengatakan tak akan ada izin baru walau ada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela di Kalimantan Timur bagian Utara.
Menurut Khaerani, izin penjalaan ikan dengan trawl agar nelayan Indonesia mengimbangi Malaysia. Nelayan dari N egeri Jiran itu kerap kedapat an menjala ikan di Indonesia. Meski milik nelayan Malaysia, kapal-kapal itu diawaki orang Indonesia.
Di sisi lain, kata Khaerani, pemerintah daerah bisa saja tak menerapkan peraturan menteri tadi jika menimbulkan konflik antarnelayan. (BRO)


Responses

  1. Bung Solihin yang kreatif,

    Kalo pemikiran-pemikiran cerdas kita tidak dapat tersalur kepada pengambil kebijakan ada baiknya menggunakan jalur seperti ini untuk menangkap ide dan aspirasi arus bawah lainnya. saya salut dan terus dilanjutkan.. dan saran saya perlu dipromosikan lebih gencar lagi blog ini.

    Di Kaltim/Nunukan, dengan diijinkannya 70 kapal trawl terkesan bagi saya terlalu terburu-buru, seharusnya dilakukan penelitian yang lebih menyeluruh yang meliputi aspek sosial, aspek sumberdaya, aspek lingkungan, dan aspek aturan dan kelembagaannya…. sebenarnya dimana permasalahan utamanya.

    kalau ternyata menurut Kadis.KP Kaltim adanya kapal Malaysia yang masuk wilayah RI dan diawaki oleh orang Indonesia dan mungkin kemudian hasilnya didaratkan di Malaysia… saya kira ini aspek kelembagaan dan peraturan ada yang ngak jalan (dalam hal ini pengawasan dan sistem perijinan)… mungkin ini yang perlu mendapat penanganan pertama. Baru kemudian secara konseptual penanganan trawl untuk wilayah tersebut dan wilayah lain di Indonesia.

  2. Terima kasih pak atas dukungannya.
    Sebagai informasi, hari kamis pada tanggal 17 April 2008, Koran Sinar Harapan mengundang DKP dan pemerhati kelautan dan perikanan.
    Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa, kebijakan pembukaan pukat hela belum didasarei oleh kajian yang mendukung.
    Ini yang kami kritik.
    Karena waktu yang pendek, maka tanggapan saya tentang pernyataan hukum yang dikeluarkan DKP, saya muat di blog ini.

    Terima kasih pak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: